SOSIALISASI PENYEDIA PENINGKATAN KAPASITAS TEKNIK DESA (P2KTD) DAN RAPAT KOORDINASI TIM INOVASI KABUPATEN (TIK) MANDAILING NATAL TAHUN ANGGARAN 2018.

Panyabungan, 3 Nopember 2018.

 

ISU PEMANFAATAN DANA DESA adalah menjaga kualitas pemanfaatan Dana Desa agar tetap konsisten dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat (pelayanan sosial dasar) dan produktivitas ekonomi masyarakat desa.

Isu pemanfatan Dana Desa tersebut dilatarbelakangi : penyaluran Dana Desa sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjalankan mandat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun Tahun 2014 tentang Desa, jumlah Dana Desa yang diterima oleh Desa mengalami kenaikan setiap tahunnya, dan Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa berskala Desa sesuai Musyawarah Desa.

Mengacu pada situasi dan kondisi tersebut PROGRAM INOVASI DESA (PID) hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa serta memperkuat peran pendamping dengan banyak referensi dalam proses pendampingan Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

PID merupakan inovasi/kebaruan dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan. Inovasi ini dipetik dari realitas/hasil kerja Desa-Desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan yang didayagunakan sebagai pengetahuan untuk ditularkan secara meluas.

Berbagai upaya perbaikan  dan peningkatan kualitas terkait isu di atas terus dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia secara pro aktif ; salah satunya dengan meluncurkan Program Inovasi Desa (PID) yang dirancang untuk mendorong penguatan kapasitas Desa yang diorientasikan untuk memenuhi pencapaian target RPJM Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia yang terumuskan dalam kebijakan Program prioritas Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, melalui peningkatkan produktivitas perdesaan dengan bertumpu pada tiga bidang kegiatan utama:

  1. Pengembangan kewirausahaan, baik pada ranah pengembangan usaha masyarakat, maupun usaha yang diprakarsai Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), Badan Usaha Milik antar Desa, Produk unggulan desa guna mendinamisasi perekonomian Desa.
  2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kaitan antara produktivitas perdesaan dengan kualitas SDM ini, diharapkan terjadi dalam jangka pendek maupun dampak signifikan dalam jangka panjang melalui investasi di bidang pendidikan dan kesehatan dasar. Produktivitas perdesaan, dengan demikian, tidak hanya ditilik dari aspek/strategi peningkatan pendapatan saja, tetapi juga pengurangan beban biaya, dan hilangnya potensi di masa yang akan datang. Disamping itu, penekanan isu pelayanan sosial dasar (PSD) dalam konteks kualitas SDM ini, juga untuk merangsang sensitivitas Desa terhadap permasalahan krusial terkait pendidikan dan kesehatan dasar dalam penyelenggaraan pembangunan Desa, dan
  3. Pemenuhan dan  peningkatan infrastruktur  perdesaan,  khususnya yang secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian Desa, dan yang memiliki dampak menguat-rekatkan kohesi sosial masyarakat perdesaan.

Aspek lain yang harus diperhatikan secara serius dalam pengelolaan pembangunan Desa adalah ketersediaan data yang memadai dan up to date, mengenai kondisi objektif maupun perkembangan Desa-Desa yang menunjukkan pencapaian pembangunan Desa. Ketersediaan data sangat penting bagi semua pihak yang berkepentingan, khususnya bagi Pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Pegelolaan data dimaksud dalam skala nasional, dengan kondisi wilayah, khususnya Desa-Desa di Indonesia yang sangat beragam  tentunya memiliki tantangan dan tingkat kesulitan yang besar; Oleh karenanya   Program Inovasi Desa (PID) akan mendukung dalam upaya penguatan Pendampingan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) dan pengembangan sistem informasi pembangunan Desa.

Hal mendasar dalam rancang bangun PID adalah inovasi/ kebaruan dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan. Inovasi ini dipetik dari realitas/hasil kerja Desa-Desa dalam melaksanakan kegiatan pembangunan yang didayagunakan sebagai pengetahuan untuk ditularkan secara meluas. PID juga memberikan perhatian terhadap dukungan teknis dari Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa secara professional. Dua unsur itu dirasa akan memberikan kontribusi signifikan terhadap investasi Desa, yaitu pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui pembangunan yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa), khususnya Dana Desa (DD). Dengan demikian, PID diharapkan dapat menjawab kebutuhan Desa-Desa terhadap layanan teknis yang berkualitas dan merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan serta solusi inovatif untuk menggunakan Dana Desa secara tepat dan seefektif mungkin.

Struktur PID terdiri dari Tim Koordinasi Pusat (untuk Pusat – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi), Tim Koordinasi Provinsi (untuk Provinsi – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), dan Tim Koordinasi Kabupaten (untuk Kabupaten – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa).

Tim Inovasi Kabupaten (Pokja P2KTD dan Pokja PPID) membawahi TPID (Tim Pelaksana Inovasi Desa) di Kecamatan dimana pembentukannya melalu Musyawarah Antar Desa.  TIK Mandailing Natal dibentuk dengan Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor  411.24/0787/K/2018, tentang Tim Inovasi Kabupaten Program Inovasi Desa (PID) Tahun 2018, tanggal 29 Agustus 2018, dengan susunan Tim sebagai berikut :

PEMBINA (Bupati Mandailing Natal).  PENGARAH (Sekretaris Daerah Kabupaten).  KETUA (DPMD, Bappeda).  SEKRETARIS (DPMD).  ANGGOTA (Dinkes, Diknas, Dispora, DPUPR, DPerindag, DKominfo, DPertanian, DKPK, DPerkim, dan Balitbang).  POKJA PENGELOLAAN PENGETAHUAN DAN INOVASI DESA (Ketua DPMD, Anggota : Dinkes, Diknas, Balitbang, Bappeda, DPUPR, DPerkim, DKP, DPerindag).  POKJA PENYEDIA PENINGKATAN KAPASITAS TEKNIS DESA -P2KTD- (Ketua : DPMD, Anggota : Diknas, Balitbang, Dinkes, DKominfo, Dispora, Dkop UKM, Bappeda).  SEKRETARIAT (DPMD).

Tanggal 31 Oktober 2018 sd. Tanggal 3 Nopember 2018 TIK Mandailing Natal melaksanakan Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknik Desa (P2KTD) dan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Mandailing Natal Tahun Anggaran 2018 yang bertempat di Hotel Madina Sejahtera Panyabungan.  Adapun peserta pada kegiatan ini adalah : TIK, TPID, PD (Pendamping Desa), dan PLD (Pendamping Lokal Desa) dari kecamatan se-Kabupaten Mandailing Natal.

Acara dibuka secara resmi atas nama Bupati Mandailing Natal Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Bapak Drs. MHD. Syafei Lubis, M.Si.  Dalam kata sambutannya, beliau menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini dan diharapkan melalui inovasi dapat meningkatakan kesejahteraan masyarakat.  Lebih lanjut disampaikan, “Pemerintah mamandang P2KTD sebagai salah satu jalur pnting untuk mencapai tujuan yang lebih mendasar, yaitu menyediakan kebutuhan-kebutuhuan desa.  Dengan kondisi demikian, kehadiran P2KTD merupakan salah satu jawaban dalam upaya mempermudah dan mempercepat pelaksanaan pekerjaan desa”.  Penutup sambutannya, beliau menyampaikan pesan : KEPADA NARASUMBER, supaya memberikan materi yang dapat menggugah motivasi penyedia P2KTD, sehingga mudah dalam melaksanakan tugas.  KEPADA PESERTA, supaya bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini, karena dapat menambah pengetahuan.  KEPADA PANITIA, agar menfasilitasi kegiatan semaksimal mungkin.

Sosialisasi yang dilaksanakan tersebut dalam sesi Rapat Koordinasi menghasilkan pemantapan, yaitu susunan kepanitiaan pelaksanaan Pelatihan TPID dan pelaksanaan Bursa Inovasi, jadwal dan tempat pelaksanaan.

Hari terakhir kegiatan, Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mandailing Natal menutup secara resmi kegiatan ini.

 

 

By :

TIK Mandailing Natal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*