LOMBA DESA/KELURAHAN TINGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2018 DI DESA RUMBIO KECAMATAN PANYABUNGAN UTARA KAB. MANDAILING NATAL

 

Panyabungan, 17 Juli 2018.

DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA.

 

Puji dan syukur disertai berserah diri dipanjatkan ke hadirat Allah SWT., yang mana pada kesempatan ini masih diberikan nikmat dan kebahagiaan yang tidak dapat diganti atau ditukarkan dengan apapun di dunia ini, yaitu nikmat hidup dan nikmat kehidupan.  Selanjutnya shalawat dan salam diucapkan kepada junjungan Rasulullah Nabi Muhammad SAW., senantiasa kelak di yaumil akhir mendapatkan syafaatnya.

Perlombaan desa/kelurahan adalah salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri sekaligus meneliti dan menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan desa selama satu tahun.  Pembangunan desa dan seluruh komponen yang ada di dalamnya baik pembangunan sumber daya manusia dan sumber daya alam merupakan aspek kegiatan pembangunan yang berlangsung di desa dan dilaksanakan secara terencana, terprogram, terpadu serta mengembangkan swadaya gotong royong, dan tumbuh kembangnya atas kekeluargaan yang pada akhirnya mewujudkan aspirasi dan partisipasi aktif masyarakat.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan memprogramkan Perlombaan Desa/Kelurahan.

Ucapan terima kasih tidak lupa disampaikan kepada Tim Evaluasi dari Pemprovsu., Bapak Bupati Mandailing Natal, Bapak Wakil Bupati Mandailing Natal, Bapak Sekdakab., Bapak Para Asisten, Bapak Para Staf Ahli, Bapak-bapak Pimpinan OPD, Para Camat, Kepala Desa Rumbio Kec. Panyabungan Utara dan Perangkat Desa, warga/masyarakat Desa Rumbio, dan seluruh person yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Pembangunan desa dan seluruh komponen yang ada di dalamnya baik pembangunan sumber daya manusia dan sumber daya alam merupakan aspek kegiatan pembangunan yang berlangsung di desa dan dilaksanakan secara terencana, terprogram, terpadu serta mengembangkan swadaya gotong royong, dan tumbuh kembangnya atas kekeluargaan yang pada akhirnya mewujudkan aspirasi dan partisipasi aktif masyarakat.  Gambaran ini merupakan suatu dinamika dan potensi dasar yang dimiliki masyarakat desa serta menjadi ciri khas atau karakter desa yang perlu dibina dan dikembangkan guna mewujudkan suatu cita-cita atau suatu keinginan yang hendak dicapai dalam membangun desa.

Berkenaan dengan keadaan di atas, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan memprogramkan Perlombaan Desa/Kelurahan.

Perlombaan desa sebagai upaya memberdayakan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi, partisipasi masyarakat dan swadaya gotong royong masyarakat di desa dan sebagai salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri yang sekaligus mengevaluasi keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan desa.

Perlombaan desa adalah salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri sekaligus meneliti dan menilai keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan desa selama satu tahun. Secara umum tujuan dari perlombaan desa/kelurahan adalah  untuk : (a). Mendorong usaha pembangunan yang dilaksanakan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri; (b). Mengetahui kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh masyarakat di desa dan kelurahan selama kurun waktu satu tahun dalam wujud peningkatan kualitas hidup ekonomi, politik, sosial dan budaya serta keamanan dan ketertiban; dan (c). Menetapkan desa dan kelurahan yang berprestasi dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan Lomba Desa/Kelurahan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018 difokuskan pada desa, tanpa bermaksud mengabaikan kelurahan, dengan dasar pertimbangan bahwa kelembagaan dan objeknya lebih variatif di desa daripada kelurahan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.

Dasar pelaksanaan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tahun 2018 : (1). Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 411.4/0385/K/2018, tentang Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun Aggaran 2018 (tanggal 26 April 2018) yang bertugas melakukan penilaian langsung ke desa Juara 1 (satu) Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Mandailing Natal dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Perlomban Desa dan Kelurahan;  (2). Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 414.3/0109/DPMD/2018, Perihal Pelaksanaan Perlombaan Desa/Kelurahan Tahun 2018 (tanggal 16 Januari 2018); (3). Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 414.4/0487, Perihal Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 (tanggal 31 Januari 2018); (4). Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 414.4/1304/DPMD/2018, Perihal Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018 (tanggal 20 April 2018); (5). Telex Gubernur Sumatera Utara Nomor 414.4/3764, Perihal Tindak Lanjut Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 414.4/0487, Perihal Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018; (6). Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 411.4/0585/K/2018, tentang Juara Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018, tanggal 28 Mei 2018; dan (7). Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 005/1960/DPMD/2018, Perihal Undangan Penyelenggaraan Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018.

Berdasarkan evaluasi dan penilaian terhadap 13 (tiga belas) desa tersebut, ditetapkan Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara sebagai Juara I, Desa Maga Lombang Kecamatan Lembah Sorik Marapi sebagai Juara II, dan Desa Sayur Matua Kecamatan Naga Juang sebagai Juara III (Predikat kejuaran ini dituangkan pada Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor 414.4/0585/K/2018 tentang Juara Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018).

Lomba Desa/Kelurahan tingkat Provinsi berdasarkan pemenang lomba desa/kelurahan di kabupaten.  Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2018 sebagai desa/kelurahan utusan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ialah Desa Rumbio.

Mengacu pada Telex Gubernur Sumatera Utara Nomor : 414.4/3764 tanggal 03 Juni 2018 tentang Penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018, bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara dan Tim berkunjung ke desa pemenang Lomba Desa Tingkat Kabupaten untuk pelaksanaan evaluasi, yaitu Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara.

Selasa tanggal 17 Juli 2018 Tim Penilaian Lomba Desa Provinsi Sumatera Utara melakukan penilaian di Desa Rumbio dengan anggota tim : (1). Ahmad Yasir Arafat Nasution, S.Sos, MM (DPMD Provsu); (2). Chandra Silalahi (DPMD Provsu); (3). Siti Rahma (Bappeda Provsu); (4). Ruhyat (DPMD Provsu); (5). Ansori Daulay (Dinkes Provsu); (6). Boas manahan batubara (Inspektorat Provsu); (7). Mhd. Alfian (DPMD Provsu); (8). Qamaruzzaman (DPMD Provsu); (9). Yenni Silau (DPMD Provsu); (10). Miswanto (DPMD Provsu); dan (11). Agus Kurniawan Damarih (DPMD Provsu).

Hal-hal yang dinilai dalam lomba desa ini adalah : (1). Perangkat Desa sebagai indikator dan interview ialah Kepala Desa, TP. PKK, LPM, dll.; (2). Profil Desa Tahun 2016 – 2017; (3). Fakta Lapangan; (4). RPJMDesa Tahun 2016 – 2017; (5). RKPDesa Tahun 2016 – 2017; dan (7). Kelebihan maupun keunikan lainnya yang dimiliki desa.  Penilaian pendahuluan (pra lomba desa) ialah tentang administrasi.

Adapun susunan acara pada kegiatan lomba desa ini adalah sebagai berikut : (1). Pembukaan oleh Protokol; (2). Menyanyikan Lagu Indonesia Raya; (3). Menyanyikan Lagu Mars PKK; (4). Do’a dari Pemuka Masyarakat; (5). Hiburan dari masyarakat (Tortor); (6). Sambutan Bupati Mandailing Natal disampaikan oleh Sekdakab.; (7). Hiburan dari masyarakat (Nasyid); (8). Sambutan Gubernur Sumatera Utara disampaikan oleh Ketua Tim; (9). Ekspos Kepala Desa Rumbio; (10). Ekspos Ketua TP. PKK Desa Rumbio; (11). Ekspos Ketua LPM Desa Rumbio; (12). Pengarahan Pelaksanaan Lomba Desa; (13). Peninjauan Lokasi; dan (14). Penutup.

 

Sambutan Bupati Mandailing Natal.

Assalamualaikum wr. Wb

Selamat pagi dan salam sejahtera

Yang saya hormati :

  • Wakil Bupati Mandailing Natal;
  • Sdr/i. Ketua Tim Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Utara beserta rombongan;
  • Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal;
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal;
  • Asisten dan Para Kepala OPD Kabupaten Mandailing Natal;
  • Camat se–Kabupaten Mandailing Natal;
  • Para Kepala Desa se–Kecamatan Panyabungan Utara;
  • Para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda;
  • Para wartawan media cetak dan eloktronik; serta
  • Para hadirin sekalian yang berbahagia

Pertama tama, puji  syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang masih memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat hadir dalam rangka acara Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 dalam keadaan sehat wal afiat.

Sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang safaatnya sangat kita harapakan di hari kemudian.

Bapak/ibu dan Para Hadirin yang saya hormati,

Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara telah ditetapkan sebagai pemenang Lomba Desa Tingkat Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018, dan menjadi wakil dari Kabupaten Mandailing Natal untuk mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Utara, tentu saja telah melalui proses evaluasi dan penilaian berjenjang, mulai dari Tingkat Desa, Kecamatan sampai dengan Tingkat Kabupaten.  Sebelumnya desa telah melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri  sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam  Negeri Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

Bapak/ibu Tim Penilai dan Para Hadirin yang berbahagia

Otonomi Daerah telah membuka peluang kreativitas bagi pemerintah dan masyarakat desa dalam pengelolaan pembangunan di wilayahnya. Peluang ini sekaligus memberi keluasan dalam  menetapkan  program pembangunan berdasarakan kewenangannya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat  desa.  Harus diakui juga bahwa kondisi dan peluang tersebut belum seperti yang diharapkan, sebab masih terdapat berbagai hal yang menjadi faktor penghambat terutama kapasitas SDM desa. oleh karena itu, berbagai upaya terus dilaksanakan agar apa yang menjadi tujuan bersama dapat terwujud sesuai yang diharapkan.

UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pastinya sudah membuka ruang yang begitu luas bagi pelembagaan partisipasi  masyarakat desa dalam membentuk kemitraan dengan pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat  dengan jumlah fungsi dan tugas yang lebih luas pada masyarakat dan pemerintahan desa dalam menyusun perencanaan dan implementasi pembangunan di desa secara partisipatif.

Bapak/ibu Tim Penilai dan Para Hadirin yang berbahagia.

Perlombaan Desa dilaksanakan sebagai upaya untuk mengetahui efektivitas, tingkat perkembangan desa, kemajuan, kemandirian, keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta daya saing desa melalui pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.   Atas dasar tekad dan kekuatan sendiri yang sekaligus mengevaluasi perkembangan desa dua tahun terakhir yaitu tahun 2016 dan 2017.

Desa Rumbio yang saat ini mewakili Kabupaten Mandailing Natal untuk mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Utara memiliki bebarapa keunggulan dari desa lainnya yang ada di Kabupaten Mandailing Natal, yaitu merupakan penghasil kelapa skala kabupaten, penghasil pisang. kemudian desa ini juga telah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain teruma kerjasama dengan Bank Indonesia untuk pengembangan ternak sapi yang tentu saja berimbas terhadap beberapa produk turunannya seperti pengembangan pupuk kompos dan produk makanan.

Bapak/ibu Tim Penilai dan Para Hadirin yang berbahagia

Disamping untuk menilai keberhasilan pembangunan di desa, lomba desa juga dimaksudkan untuk : (1). Mendorong percepatan pembangunan masyarakat yang didukung dengan SDM pendanaan yang bersumber dari APBD maupun APBN; (2). Mendorong dan memotivasi desa dalam melaksanakan tertib  administrasi serta  memberikan pelayanan terbaik dan pengayoman kepada masyarakat; (3). Meningkatkan kreativitas perangkat desa sebagai sumber daya manusia yang potensial dalam segala bidang; (4). Meningkatkan pengelolaan keuangan desa termasuk pendayagunaan dana pembangunan desa yang bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten; dan (5). Mendorong peran serta masyarakat dalam berbagai ativitas pembangunan, pemberdayaan masyarakat serta membudayakan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Bapak/ibu Tim Penilai dan Para Hadirin yang berbahagia.

Salah satu komitmen yang dilakukan pemerintah sekarang adalah  mendorong percepatan pembangunan di desa. keberhasilan suatu desa merupakan cermin dari kemajuan pembangunan  di satu daerah. oleh karena itu peranan  organisasi lokal seperti organisasi pemuda, organisasi wanita, kelompok tani dan lembaga kemasyarakatan lainnya terus didorong untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pedesaan. disamping itu nilai sosial budaya masyarakat dan kearifan lokal juga harus terlembaga dengan baik dalam masyarakat dan menjadi alternatif mekanisme pemecahan masalah serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Bapak/ibu dan Para Hadirin yang berbahagia

Akhirnya dengan pelaksanaan perlombaan desa ini sangat diharapkan agar semua komponen masyarakat dari semua unsur yang ada di desa dapat membaur dan melibatkan diri guna menunjukkan tingkat kemajuan dan partisipasi masyarakat secara utuh. dan harapan kita semua Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara dalam keseharian tercermin pada saat penilaian lomba desa ini.

Bapak/ibu dan Hadirin sekalian yang saya hormati,

Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan.  Ketua Tim beserta rombongan selamat melaksanakan tugas untuk menilai  desa dan semoga Allah SWT meridhoi Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara mendapatkan nilai terbaik pada Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Uatara Tahun 2018 ini.

Billahitaufiq walhidayah, assalaamualaikum warohmatullohi wabarakatuh.

 

Sambutan Gubernur Sumatera Utara.

Air beriak tanda tak dalam

Air tenang menghanyutkan

Izinkan saya ucapkan salam

Untuk para hadirin sekalian

Majelis melati kuntum tumbuh melata

Sayang merbah di pohon cemara

Assalamualaikum mulanya kata

Saya sembah pembuka bicara

Assalamu’alaikum wr. Wb.

 

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yth :

  • Bupati Mandailing Natal;
  • Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mandailing Natal;
  • Sekretaris Daerah dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan para pejabat di lingkungan Kabupaten Mandailing Natal;
  • Camat dan Kepala Desa/Lurah beserta jajarannya;
  • Tokoh agama, tokoh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal;
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal beserta jajaran pengurusnya;
  • Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mandailing Natal beserta jajaran pengurusnya;
  • Hadirin dan hadirat yang berbahagia.

Mengawali sambutan ini, selayaknyalah kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.  Atas berkat rahmat dan ridhonya kita masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berkumpul di Desa Rumbio dalam rangka mengikuti acara Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018.

Saudara-saudara sekalian,

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dan Peraturan Pemerintah Nomor  19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Serta Kedudukan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Provinsi.  Bahwa peran Gubernur Sumatera Utara sebagai Korbinwas Provinsi (Koordinasi, Pembinaan, dan Pengawasan) dimana salah satu bentuk pelaksanaan pembinaan dan pengawasan oleh Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya adalah Perlombaan Desa dan Kelurahan yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

Adapun maksud dari penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan ini adalah untuk menentukan status tertentu dari capaian hasil perkembangan sebuah desa dan kelurahan serta untuk mengetahui efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.  Sehingga nantinya hasil dari evaluasi ini menjadi dasar untuk memformulasikan berbagai program pembangunan di masa yang akan datang.

Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan sebagaimana diamanatkan dalam Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 lebih menekankan kemajuan di bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan.  Penyelenggaraan pemerintahan dijadikan prioritas dikarenakan terkait dengan komitmen pemerintah dalam upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat sebagaimana tertuang dalam nawacita, bahwa agenda pertama nawacita adalah menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

Oleh karenanya, kalau mau jadi juara, dokumen yang wajib muncul adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa atau dokumen perencanaan lainnya bagi kelurahan, profil desa harus ada serta lampiran II Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 wajib untuk dipedomani.  Tentang profil desa diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan, ada dua jenis yaitu online dan offline bagi desa yang tidak terjangkau oleh jaringan.  Profil desa menjadi sangat penting karena semua perencanaan dan penilaian berangkat dari kelengkapan data, bahkan di tahun ini profil desa ini akan menjadi prioritas nasional.

Telah menjadi ketetapan dalam Permendagri Nomor 81 Tahun 2015, bahwa juara lomba desa dan kelurahan pada Tingkat Provinsi diundang pada acara Temu Karya Nasional di Ibu Kota Negara, diberikan penghargaan serta dijadikan lokasi labsite di masing-masing regional.  Akan tetapi, khusus pada tahun 2018 karena adanya pelaksanaan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah maka dilakukan beberapa penyesuaian yaitu : (1). Pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan di Tingkat Regional tidak dilaksanakan karena bersamaan dengan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah; (2). Bagi juara I Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi akan diberikan penghargaan secara nasional pada Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dan Temu Karya Nasional Tahun 2018; (3).   Selanjutnya juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi akan diberikan reward atau penghargaan dalam bentuk piala, piagam, dana dan program serta kegiatan untuk memajukan desa dan kelurahan.

Lomba desa ini jangan dijadikan beban, akan tetapi lebih dimaknai sebagai langkah kongkrit untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi tercapainya Sumatera Utara yang Paten dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara nantinya akan menyiapkan surat himbauan ke kabupaten/kota tentang yang berpartisipasi dalam lomba desa dan kelurahan dan yang belum ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga melalui pelaksanaan lomba desa ini efektifitas penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan terwujud, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.  Kelurahan dalam upaya mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirohim Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 secara resmi dibuka.

 

Pak tani pergi ke sawah

Pulang-pulang membawa ikan

Jika tutur kata saya banyak yang salah

Mohon kiranya untuk dimaafkan

 

Ingin membeli sebongkah berlian

Berlian mahal berwarna putih

Kata sambutan cukuplah sekian

Kurang lebihnya terima kasih

 

Wabillahi taufiq walhidayah

Wassalamu’alaikum wr… wb..

 

Ekspos Kepala Desa Rumbio.

Secara geografis Desa Rumbio berjarak 1,5 Km dari Ibukota Kecamatan Panyabungan Utara serta 7 Km dari Ibukota Kabupaten Mandailing Natal.  Berada di daerah dataran rendah serta dikelilingi oleh 4 (empat) aliran sungai yaitu :  sungai Aek Bara dan Sungai Sialapayung di sebelah Timur bermuara di Sungai Aek Godang (Batang Gadis di sebelah Selatan atau berbatasan dengan Kecamatan Hutabargot), dan Sungai Bulu Poring di sebelah Barat.

Luas Desa Rumbio secara keseluruhan mencakup lebih 450 Ha, meliputi wilayah perkampungan seluas 35 Ha, persawahan 300 Ha, perkebunan pengembalaan 100 Ha ditambah dengan lahan milik masyarakat desa seluas 15 Ha.

Luasan Desa Rumbio tidak memiliki perbukitan karena berada di wilayah dataran rendah.  Desa Rumbio dialiri 4 (empat) aliran sungai yang cukup besar sehingga kondisi ini membuat tanahnya cukup subur.  Juga banyak ditemukan tanah alluvial (tanah humus), sehingga baik untuk pengembangan usaha pertanian (sawah) dan tanaman holtikultura lainnya dan baik juga untuk budi daya ikan air tawar atau kolam ikan.  Selain itu luasan Desa Rumbio cocok untuk pengembangan ternak, kambing, sapi dan kerbau karena tersedianya lahan hijau yang subur.

Desa Rumbio dibatasi oleh beberapa desa di sekitarnya seperti : (1). Sebelah Timur berbatasan dengan lahan persawahan masyarakat Desa Mompang Julu (Kecamatan Panyabungan Utara) dan Desa Gunungbarani (Kecamatan Panyabungan); (2). Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Mompang Jae; (3). Sebelah Barat berbatasan dengan lahan perkebunan masyarakat Desa Torbanua Raja dan Bulu Mario; dan (4). Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kumpulan Setia (Kecamatan Hutabargot).

Desa Rumbio berpenduduk 460 KK dan dari jumlah ini sebanyak 90% (sembilan puluh persen) adalah petani.  Terdapat 28 (dua puluh delapan) kelompok tani dan 1 (satu) Gapoktan, 3 (tiga) kelompok P3A, dan 1 (satu) unit Koperasi.

Adapun jumlah kelompok tani ini dikategorikan berdasarkan jenis kegiatan usahanya.  Kelompok tani usaha padi sawah berjumlah 17 (tujuh belas) kelompok, yaitu : Kelompok Tani Sakura, Kelompok Tani Cempaka, Kelompok Tani Seroja, Kelompok Tani Sahata, Kelompok Tani Subur Nian, Kelompok Tani Anggrek, Kelompok Tani Rap Miduk, Kelompok Tani Miduk Tani, Kelompok Tani Siala Payung, Kelompok Tani Bina, Kelompok Tani Seroja, Kelompok Tani Manggis, Kelompok Tani Karang Taruna, Kelompok Tani Sepakat, Kelompok Tani Sapandapot, Kelompok Tani Mawar, dan Kelompok Wanita Tani Sepakat.

Kelompok Tani Usaha Budi Daya Holtikultura terdiri dari : Kelompok Tani Rampa, Kelompok Tani Adian Nasonang, Kelompok Tani Aek Sianggunan, Kelompok Tani Ternak Sapi (Manggis 25 KK, Sekar 15 KK, dan Mekar 30 KK), Kelompok Tani Ternak Kambing (35 KK), dan Kelompok Ternak Unggas (300 KK).

Program kandang sapi komunal yang mulai dicanangkan tahun 2015.  Kandang Sapi Komunal (KSK) adalah salah satu program yang dicanangkan bagi masyarakat Desa Rumbio dimulai tahun 2015.  Program bagi para kelompok peternak miskin yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengembangakan usahanya karena keterbatasan modal usaha dalam bidang pengembangan peternakan.  Program ini dipersiapkan untuk pendidikan, pengembangan, dan penggemukan sapi juga pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk kompos yang berlokasi di Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal. Daerah ini adalah kawasan potensial peternakan yang penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani peternak. Selain itu, taraf ekonomi masyarakat di daerah ini masih tergolong menengah ke bawah.

Mencermati kehidupan para petani-peternak di Desa Rumbio Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal dari tahun ke tahun kurang mengalami peningkatan akibat keterbatasan modal sehingga hanya mampu mengembangkan sapi dan kambing lokal.  Namun kemauan serta semangat masyarakat petani-peternak cukup tinggi untuk mengembangkan ternak jenis sapi, kerbau dan kambing dari hari ke hari terus meningkat, seiring dengan adanya semangat untuk meningkatkan ekonomi keluarga dari peternakan dan pertanian.

Sehubungan dengan adanya program kegiatan pembinaan dari Bank Indonesia Perwakilan Sibolga di bawah pimpinan Bapak M. Junaifin, maka dengan adanya program kandang sapi komunal dan ditunjang pula oleh luasnya lahan persawahan, perkebunan yang dimiliki oleh Desa Rumbio (400 Ha).  Lahan yang terdiri dari 5 (lima) hamparan sawah dan 20 (dua puluh) kelompok tani adalah satu potensi yang siap dibina dan diberdayakan masyarakatnya melalui Desa Binaan Pertanian Terintegrasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Sibolga.

Serta besarnya minat dan potensi masyarakat untuk usaha peternakan komersil.  Hal ini sudah dapat dibuktikan dari beberapa tahun terakhir bahwa penyediaan hewan qurban untuk wilayah Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan banyak diambil dari Desa Rumbio.  Program Kandang Sapi Komunal (KSK) sangat relevan bila diberdayakan sesuai dengan program yang akan dilaksanakan.

Budaya dan adat istiadat (kearifan lokal) sejarah desa.  Desa Rumbio berpenduduk lebih dari 2.000 (dua ribu) jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 460 KK.  Berada di Wilayah Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.  Dataran rendah dengan dikelilingi 4 (empat) aliran sungai yaitu : Sungai Aek Bara, Sungai Sialapayung, Sungai Bulu Poring, dan Sungai Batang Gadis.

Desa Rumbio berjarak 2 (dua) Km dari ibukota kecamatan dan 7 (tujuh) Km dari ibukota kabupaten.  Secara sosial Desa Rumbio hampir 100% didiami Suku Mandailing, hanya sedikit campuran pendatang yaitu Suku Jawa.

Secara epistimologis, Bahasa Rumbio berasal dari kata Rumbia, disinyalir dulu di desa ini ditemukan banyak pohon dan buah rumbia.  Keadaan ini terinspirasi membuat motto Desa Rumbio menjadi CAPOTCAPOT MANIS (buah rumbia bila dimakan pada awalnya kelat/capot, dan lama-lama pada titik hendak habis akan terasa manis).

Penduduk asli Desa Rumbio pada awalnya adalah Marga (suku) Rangkuti yang berdiam di Saba Lobu.  Sejak kedatangan Marga Hasibuan yaitu Jairo, Jalelo, dan Japaras ke desa ini maka terjadilah pembaharuan seiring dengan berpindahnya Marga Rangkuti dan Hasibuan ke perkampungan yang sekarang ini.

Kira-kira pada tahun 1850 kemudian masuk Marga Nasution.  Sejak tahun 1876 sampai sekarang ada 5 (lima) kahanggi yang ada dalam sosial masyarakat desa yaitu : Marga Hasibuan, Marga Rangkuti, Marga Nasution, Marga Pulungan, dan Pardomuan (campuran Marga Lubis dan lain lain). Kesemuanya melambangkan ciri khas adat dan Budaya Mandailing dengan sistem Dalihan na Tolu dimana di dalamnya ada yang disebut Mora, Kahanggi, dan Anak Boru.

Kehidupan sosial masyarakat desa masih kuat, menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat yang secara turun temurun.  Hal ini tergambar dalam setiap pelaksanaan acara pesta (siriaon) dimana peran Kahanggi, Anak Boru, dan Mora sangat begitu terasa dalam pelaksanaan acara ini.  Begitu juga dengan kemalangan (siluluton).

Kegiatan sosial keagamaan masih sering dilaksanakan oleh masyarakat seperti acara makan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.  Memotong lembu satu sampai dua ekor, kemudian dimasak bersama-sama oleh seluruh kahanggi yang ada tanpa terkecuali.

Kehidupan sosial masyarakat lainnya di Desa Rumbio ialah Naposo dan Nauli Bulung, suatu organisasi untuk memperkuat tatanan kehidupan.  Organisasi Naposo dan Nauli Bulung sampai sekarang masih eksis dan  aktif melaksanakan aksi sosialnya.

Budaya dan aktivitas gotong royong masyarakat sudah ada sejak dahulu, sehingga gotong royong ini bersifat turun temurun dan merupakan ciri khas Desa Rumbio.  Gotong royong ini masih menjadi kebiasaan masyarakat yang dilaksanakan setiap bulannya yaitu pada hari Jum’at.

Melalui Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal tentang Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong berada di Desa Rumbio pada Tahun 2016 yang lalu dihadiri langsung oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal (Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution). Kebiasaan gotong royong ini mencakup kebersihan lingkungan, masjid, dan kebutuhan akan jalan usaha tani.

Monografi Desa Rumbio, seperti mata pencaharian penduduk adalah sebagai berikut : petani 90%, buruh 80 orang, PNS 30 orang, mantri/bidan 20 orang, tukang: 25 orang, wirausaha 35 orang, dan peternak 200 orang.

Sarana pendidikan yang meliputi : TK 1 unit, SD 1 unit, SMA 1 unit, MDA 1 unit.  Sarana ibadah : masjid 1 unit, dan langgar/mushalla 1 unit.  Sarana olahraga : lapangan sepakbola 1 unit, lapangan bola voli 1 unit, dan lapangan badminton       1 unit.  Sarana transportasi seperti becak motor 20 unit, mobil (mini bus) 20 unit, dan perahu (sarana penyeberangan) 1 unit.  Sarana lainnya seperti : pasar 1 unit, koperasi, 3 unit, dan tanah adat 16 Ha.

 

Prosesi Jalannya Wawancara.

Anggota tim pada pelaksanaan penilaian lomba desa ini sebagian mengikuti prosesi acara dan sebagiannya dengan bidang-bidangnya masing-masing menyebar ke objek-objek yang akan dinilai, termasuk penilaian terhadap bangunan fisik.

Anggota tim yang mengikuti prosesi acara, memberikan komentar-komentar dari apa yang telah dipaparkan oleh Kepala Desa, Ketua TP.PKK, dan LPM.  Juga meminta penjelasan tambahan, serta menyampaikan apa yang seharusnya diperbuat.  Acara ini pada sesi Pengarahan Pelaksanaan Lomba Desa.

Kriteria penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan Tahun 2018 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia 12 Tahun 2007 tentang Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan, serta  Instrumen Pengungkap Data dan Nilai Perkembangan Desa dan Kelurahan.

Biaya atas pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018 tertuang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Mandailing Natal pada pos Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mandailing Natal, Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa, dengan kegiatan Perlombaan Desa/Kelurahan Terbaik Kecamatan se-Kabupaten Mandailing Natal.

Kegiatan Lomba Desa dan Kelurahan adalah suatu program yang merangsang pemangku kepentingan di desa dan di kelurahan untuk menumbuhkembangkan semua hal-hal positif dalam rangka untuk memajukan dan mensejahterakan rakyatnya serta untuk mengurangi ketergantungan kepada pemerintah.  Desa diupayakan untuk otonom dalam mengurusi dirinya sendiri.  Inovasi desa sangat ditonjolkan pada kegiatan lomba ini.

Keberhasilan kegiatan perlombaan desa dan kelurahan ini tidak terlepas dari pembinaan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan beserta OPD/Unit Kerja terkait yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.

Demikian laporan ini disampaikan, atas perhatian Bapak Bupati, bantuan berbagai pihak, kerjasama dan sifat kegotongroyongan masyarakat Desa Rumbio di ucapkan terimakasih.

 

Motto Desa Rumbio Capotcapot Manis.

 

By :

Muhammad Ikbal, S. Psi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*