GELAR TEKNOLOGI TEPAT GUNA NASIONAL XXI TAHUN 2019 DI SPORT CENTER PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU (KOTA RAFLESIA) PROVINSI BENGKULU

 

Panyabungan, 27 September 2019.

Menindaklanjuti Surat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 1561/PMD.02.01/VII/2019, tanggal 31 Juli 2019, Perihal : Undangan Pelaksanaan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXI Tahun 2019; dan Undangan Gubernur Provinsi Bengkulu dalam rangka Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXI Tahun 2019 (Nomor 005/468/DPMD/2019, Nomor 005/469/DPMD/2019, dan Nomor 005/470/DPMD/2019, tanggal 10 Juli 2019), Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menerbitkan Surat Perintah Tugas Bupati Mandailing Natal Nomor 094/1158/SPT/2019, tanggal 19 September 2019, untuk Mengikuti Acara Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXI Tahun 2019 di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu -Kota Raflesia- Provinsi Bengkulu.

Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) XXI Tahun 2019 dipusatkan di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu dari tanggal 21 September 2019 sd. 25 September 2019.

GTTGN ini diikuti oleh Kementerian, Pemerintah Provinsi, Swasta, dan Perguruan Tinggi.  Pemerintah Provinsi membawa Pemerintah Kabupaten masing-masing.  Jumlah mengunjung diperkirakan sebanyak 4.000 orang.

GTTGN adalah Program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI), merupakan instrumen bagi inovator untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa melalui berbagai temuan yang berbasis kearifan lokal.  TTG merupakan salah satu cara atau pendekatan yang ampuh dalam upaya mendorong percepatan mewujudkan Kemandirian Masyarakat Desa.  Akan menjadi media pembelajaran bagi desa-desa yang ingin mengembangkan teknologi sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam pagelaran ini terlihat berbagai macam inovasi teknologi dari berbagai daerah-daerah seluruh Indonesia seperti : mesin pengolah kopi, mesin pencacah ikan, mesin penyaring air kotor bertenaga surya, mobil ESEMKA, alat pencetak paving block dengan bahan limbah plastik, alat-alat berbasis elektronika, alat pengupas kabel bekas, dan juga mesin-mesin berteknologi canggih yang sudah dilengkapi dengan layar monitor.

Malam Gala Dinner bersama sejumlah Gubernur dan para Pejabat Daerah pada hari Sabtu 21 September 2019, Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT RI, Anwar Sanusi menyampaikan bahwa pelaksanaan GTTGN ini merupakan ajang bagi para inventor, kreator, dan inovator teknologi dari Desa-Desa di berbagai daerah mempromosikan hasil temuannya.  Bagaimana teknologi ini dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan pembangunan di tingkat perdesaan di era Teknologi 4.0.  Kita berharap ada teknologi yang dapat lihat dan dipelajari untuk dikembangkan di Desa masing-masing sesuai dengan kebutuhannya.

Hadirnya teknologi terutama Teknologi Tepat Guna merupakan variable utama untuk bisa memberikan nilai tambah dari proses produksi terutama ditingkat perdesaan.  Peran teknologi sebagai nilai tambah untuk meningkatkan produktifitas terutama bidang pertanian.   Teknologi tidak harus tinggi, cukup sederhana namun bisa diaplikasikan menunjang peningkatan produktifitas dan nilai ekonomi.

Hari Minggu, 22 September 2019 Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) XXI Tahun 2019 di Kota Raflesia Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu dibuka secara resmi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Bapak Eko Putro Sandjojo.

Gubernur Bengkulu Bapak Dr. H Rohidin Mersyah MMA. dalam Kata Sambutannya menyampaikan :

Ucapan selamat datang kepada seluruh tamu yang dating dari seluruh penjuru tanah air yang sudah meluangkan waktu berkesempatan hadir untuk ambil bagian pada kegiatan yang sangat produktif yaitu Gelar Teknologi Tepat Guna di Bumi Raflesia Provinsi Bengkulu pada hari ini.

Ucapan terima kasih kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia atas kepercayaannya kepada Provinsi Bengkulu tahun ini sebagai penyelenggara kegiatan ini.

Kami dengan seluruh kemampuan dan upaya yang ada yang didukung oleh seluruh Bupati dan Walikota, DPRD Kabupaten/Kota, dan FKPD bersinergi luar biasa untuk mewujudkan event Nasional ini sebagai agenda tanggung jawab Kami.

Bengkulu ini dikenal dengan bumi raflesia

Terletak disepanjang Samudera Hindia

Selamat dating kepada seluruh peserta Gelar Teknologi Tepat Guna

Semoga ke depan Indonesia makin sejahtera.

Bengkulu kota kecil sebagai persinggahan Bung Karno.

Sebagai komitmen, Kami Pemerintah Provinsi Bengkulu Saya dan seluruh jajaran Bupati dan Walikota pada hari ini akan menandatangani melakukan pembelian perdana Produk Industri Otomotif Nasional Mobil Esemka.  Siapa lagi kalau bukan Kita.  Kami bangga akan memakai produk dalam negeri ini.

Harapan Kami di tahun 2020 nanti Mobil Esemka ini sudah masuk dalam ecatalog.  Kami mendorong itu.  Sekali lagi Kita dorong perkembangan industri Nasional agar bangsa ini betul-betul kompetitif di mata dunia.

Ucapan terima kasih secara khusus kepada Bapak Eko Putro Sandjoyo selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia yang telah memberikan support yang luar biasa kepada Provinsi Bengkulu.  Bupati dan Walikota menyampaikan ke Saya banyak sekali dorongan-dorongan dan kebijakan-kebijakan bagaimana membangun di Provinsi Bengkulu baik dalam infrastruktur, perkembangan komunitas dalam memperluas jaringan kerjasama Nasional, sekali lagi Kami harus menjadikan dukungan Bapak Menteri amat sangat Kami rasakan baik bagi Pemerintah Provinsi maupun masyarakat Bengkulu.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Bapak Eko Putro Sandjojo dalam Kata Sambutannya, menyampaikan :

Pemerintah menyadari benar bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik tanpa dibarengi dengan pengelolaan kesenjangan kemiskinan, itu akan menyebabkan perkembangan ekonomi tidak bisa berkembang karena akan menimbulkan kesenjangan sosial.

Kesenjangan ada di daerah-daerah, di Desa-Desa.  Karena itu sejak tahun 2015 sesuai dengan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 Presiden Joko Widodo telah mengalokasikan Anggaran Dana Desa sebesar Rp. 257 Trilyun dan Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan para Bupati, seluruh Polda, seluruh Kejati, seluruh Dandim yang ikut serta mensukseskan Program Dana Desa, sehingga Dana Desa ini bisa memberikan dampak seperti yang Kita harapkan dan telah menjadi contoh bagi 23 Negara lain yang sedang berkembang di dunia ini.

Dana Desa telah mampu meningkatkan akan masyarakat Desa hampir 50% dan merupakan sejarah pertama bagi Indonesia penurunan angka kemiskinan di Desa lebih besar.  Stunting menurun dari 37,2% menjadi 30,8%.  Angka ini atas keberhasilan Bapak-Bapak para Gubernur, Bupati, Camat, hingga Kades.  Lima tahun ke depan akan dinaikkan dari Rp. 257 Trilyun menjadi Rp. 4 Trilyun.  Kenaikan ini akan berhasil jika dibarengi dengan penggunaan teknologi, makanya acara TTG akan berguna bagi Kita, Kita sama-sama sering saling menukar informasi dari inventor sehingga dapat diterapkan di daerah-daerah lainnya di Indonesia, sehingga bisa meningkatkan efektifitas dari penggunaan Dana Desa.

Empat puluh tujuh ribu BUMDesa terbangun di Indonesia dan sudah banyak BUMDesa  yang menghasilkan sampai Rp. 60 Milyar setiap tahunnya.  Dan sudah ada BUMDesa bidang simpan pinjam yang telah memiliki asset lebih dari Rp. 130 Milyar.

Tentunya mereka BUMDesa-BUMDesa ini menggunakan teknologi.  Terutama di era Teknologi 4.0.  Kadang-kadang Kita suka menanggapi negatif, apa mungkin Teknologi 4.0 ini bisa diterapkan di Desa yang sebagian besar masyarakatnya tidak qualified untuk menerapkan Teknologi 1.0.

Jangan lupa Bapak-Bapak/Ibu-Ibu, teknologi itu diciptakan untuk membantu sehingga hidup Kita menjadi mudah.  Orang yang tidak berpendidikan pun menjadi lebih produktif karena adanya teknologi.  Apa sudah Kita sadari Kita telah menggunakan teknologi.  Smartphone misalnya.  Mendekatkan orang yang jauh dan juga menjauhkan orang-orang yang dekat.  Dengan smartphone Kita bisa melakukan apa saja.  Itu satu bukti, bisa dirasakan manfaatnya oleh orang yang tidak bersekolah sekalipun.

Contoh : Gojek dan Traveloka.  Memperoleh untung yang sangat besar.  Ojek tidak memiliki restaurant dan Traveloka tidak memiliki maskapai penerbangan.  Akan tetapi dengan penggunaan teknologi mereka memperoleh untung yang sangat besar.

Penyerapan Dana Desa di tahun pertama di tahun 2015, itu boleh dikatakan tidak berhasil, karena lebih 60% dari Kades Kita hanya tamatan SD dan SMP.  Banyak informasi atau usul kepada Presiden Joko Widodo sebaiknya Dana Desa dihentikan.  Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa ini tidak boleh gagal.  Tidak boleh menyalahkan mereka.  Tugas menyatukan, tugas kita adalah membantu mereka semua, maka Dana-Desa dinaikkan 2 kali lipat tahun berikutnya oleh Presiden Joko Widodo.

Dengan menggunakan teknologi yang namanya siskeudes, setiap Kades, bahwa dengan menggunakan teknologi maka pelaporan keuangan akan menjadi mudah.

Pengumuman Inovasi Teknologi Tepat Guna XXI Tahun 2019 dan Kategori Berprestasi Tingkat Nasional serta Penyerahan Penghargaan kepada Kepala Daerah yang Telah Melakukan Pembinaan kepada Inovator dan Posyantek.

Pemenang Inovasi Teknologi Tepat Guna XXI Tahun 2019 :

Juara I, Provinsi Kalimantan Utara, “Pengolahan Limbah Plastikmenjadi Paving Blok”.

Juara II, Provinsi Bali, “Gande Prato”.

Juara III, Provinsi Sulawsi Selatan, “Älat Patilo”.

Juara Harapan I, Provinsi Aceh, “Minyak Nabati”.

Juara Harapan II, Provinsi Jawa Barat, “”Solitek Kopi”.

Juara Harapan III, Provinsi Banten, “Robot Mitigasi”.

Kategori Posyantek Berprestasi Tingkat Nasional.

Juara I, Kabupaten Dodokan.

Juara II, Kota Surakarta.

Juara III, Kabupaten Batanghari.

Juara Harapan I, Jakarta Pusat.

Juara Harapan II, Kabupaten Rejang Lebong.

Juara Harapan III, Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Yang Melakukan Pembinaan kepada Inovator dan Posyantek.

  1. Gubernur Jawa Tengah.
  2. Gubernur Jambi.
  3. Gubernur DKI Jakarta.
  4. Gubernur Bengkulu.
  5. Gubernur Jawa Barat.
  6. Gubernur Kalimantan Utara.
  7. Gubernur Bali.
  8. Gubernur Sulawesi Selatan.
  9. Gubernur Aceh.
  10. Gubernur Banten.

n

By :

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Kabupaten Mandailing Natal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*